operasional Mitsubhisi dan nissan tetap terpisah di Asean



Liputan6.com, Bangkok - Seluruh kegiatan operasional Nissan Motor dan Mitsubishi Motors di Asia Tenggara tetap terpisah, meski Nissan telah resmi mengakuisisi sebagian besar saham Mitsubishi.

Hal ini dikonfirmasi langsung oleh CEO Nissan, Carlos Ghosn, Jumat lalu, di hadapan puluhan wartawan. Menurutnya, yang akan lebih menonjol nantinya adalah berbagi-teknologi antar dua perusahaan.

"Kesepakatan itu (berbagi teknologi) akan menjadi strategi bisnis yang saling menguntungkan, dan itu akan mengurangi biaya investasi untuk teknologi kendaraan dalam jangka panjang," ujar Ghosn, dikutip dari Bangkok Post, Senin (16/5/2016)

sebelum akuisisi, sebetulnya kedua perusahaan telah menjalin kerja sama cukup erat. Keduanya membuat perusahaan patungan (joint venture) untuk menjual minicar. Mobil kecil ini diproduksi Mitsubishi, lalu kemudian dipasok ke Nissan. Keduanya juga berencana membuat mobil listrik

Ghosn menambahkan, tanpa pencampuran kegiatan operasional, Mitsubishi tetap lebih kuat dari Nissan di ASEAN. Di Indonesia misalnya, sampai Maret ini penjualan Mitsubishi mencapai angka 27.703 unit mobil. Sementara Nissan baru 5.460 unit.
Sementara di Thailand, Mitsubishi merupakan produsen mobil terlaris keempat, dengan total penjualan tahun lalu mencapai 59.820 unit. Sementara Nissan ada di bawahnya dengan total penjualan mencapai 51.193 unit.

Sebelumnya, Nissan sepakat untuk membeli 34 persen saham Mitsubishi yang jumlahnya mencapai 237,4 miliar yen. Dengan akuisisi ini, maka Nissan menjadi pemilik saham terbesar Mitsubishi, mengalahkan Mitsubishi Heavy Industries.

Suntikan dana segar ini akan digunakan untuk menyelesaikan masalah manipulasi hasil efisiensi bahan bakar yang menjerat Mitsubishi sejak beberapa minggu lalu.
Previous
Next Post »